♥♥ Tinggalkan jejak anda..^_^ ♥♥

♥♥ Rinduku padamu ya Rasulullah ♥♥


Beberapa minggu lepas mel ada terbaca satu artikel dimana ada sahabat kita bermimpi bertemu Rasulullah S.A.W..Tadi, di facebook juga, ada sahabat bercerita mengenai mimpinya bertemu baginda..subhanallah..sungguh bertuahnya menjadi insan tersebut. mimpikan Rasulullah S.A.W. bukan perkara biasa dalam kehidupan kita. Sangat tipis peluang untuk kita bertemu kekasih Allah tersebut di dalam mimpi. Apa yang mel tahu, mimpikan Rasulullah adalah perkara benar dimana dinyatakan didalam Riwayat Al-Bukhari..
"Barangsiapa yang telah melihatku di alam tidurnya (mimpi) , maka ia sesungguhnya telah melihatku, kerana syaitan tidak mampu menyerupai gambaranku"
Ya Allah, betapa jelesnya mel bila mereka yang bertuah dikurniakan mimpi melihat Rasulullah..hehe..apa yang sahabat kita tu cakap, sepanjang hidup dia cuma baca doa tidur je sebelum tidur dan berniat semoga dapat berjumpa Rasulullah..Akhirnya, hasratnya tercapai dan dia menitiskan airmata sejurus terbangun dari tidur..subhanallah..peluang yang jarang diberi pada insan lain.. masa dia mimpi bertemu Rasulullah, ada cahaya putih bersinar, lalu ada seseorang, datang berjumpa dia, lalu orang itu membawa dia ke satu tempat yang indah, subhanallah, dia sendiri tak mampu berkata untuk menggambarkan keindahan tempat tersebut, lalu dia menitis air mata..
Ada cara sebenarnya untuk mendapatkan mimpi bertemu Rasulullah iaitu dengan istiqamah membaca surah Al-Kautsar 1000 kali sebelum tidur pada malam Jumaat..insyaAllah..bukan serta merta dapat..perlu istiqamah..itu yang penting..^_^
Ada satu lagi doa yang boleh kita amalkan selalu diiringi niat yang ikhlas didalam hati untuk bertemu Rasulullah S.A.W..




InsyaAllah, mudah2an Allah perkenankan doa kita untuk bertemu kekasihNya..satu lagi petua ialah kita perlu menyintai baginda dengan hati yang tulus murni. Jom kita hayati satu kisah ni..^_^
Dengan wajah muram seorang murid bersimpuh di hadapan syaikhnya. Sang syaikh dengan wajah dan suara berwibawa bertanya kepadanya,”Apakah gerangan merisaukanmu?”
“Wahai syaikh, sudah lama aku ingin melihat wajah Nabiku SAW walau hanya lewat mimpi. Namun, sampai sekarang keinginanku belum juga terkabul,” jelas si murid.
“Oo… rupanya itu yang kau inginkan. Tunggu sebentar…”Sang syaikh mengeluarkan pena, kemudian menuliskan sesuatu untuk muridnya.
“Nih…, bacalah setiap hari seribu kali, insya Allah kau akan bertemu dengan Nabimu.
Dengan wajah berseri pulanglah si murid membawa catatan itu. Namun, setelah beberapa minggu, kembalilah si murid ke rumah syaikhnya memberitahukan bahwa bacaan yang diberikannya tidak menghasilkan apa-apa.
Sang syaikh segera memberikan bacaan lain. Namun, beberapa minggu kemudian muridnya kembali dengan lesu memberitahukan bahawa bacaan itu pun masih belum menghasilkan apa-apa.
Setelah diam beberapa saat, berkatalah sang syaikh, “Nanti malam datanglah engkau kemari. Aku mengundangmu makan malam.”
Sang murid mengangguk kemudian pulang ke rumahnya. Setelah tiba saatnya, pergilah ia ke rumah sang syaikh untuk memenuhi undangannya. Ia merasa hairan melihat syaikhnya hanya menghidangkan ikan masin saja.
“Makan, makanlah semua ikan itu, jangan sisakan sedikit pun!” kata sang syeikh kepada muridnya.
Karena tergolong murid taat, maka ia habiskan seluruh ikan masin yang ada. Selesai makan ia merasa kehausan kerana memang ikan masin membuat orang mudah kehausan. Ia segera meraih segelas air dingin yang ada di hadapannya.
“Letakkan kembali gelas itu!” perintah sang syaikh. “Kau tidak boleh minum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau tidur di rumahku!
Dengan penuh rasa hairan diturutinya perintah syaikhnya. Malam itu dia tak bisa tidur. Lehernya serasa tercekik kerana kehausan. Dia membolak-balikkan badannya, hingga akhirnya tertidur kerana kelelahan.
Apa yang terjadi? Malam itu dia mimpi, Syeikhnya menyodorkan segelas air dingin. Setelah minum, dia terjaga dari tidurnya. Mimpi itu sangat nyata. Seakan benar-benar terjadi padanya.
“Apa yang kau impikan?” tanya sang syeikh yang berdiri tak jauh darinya.
“Syaikh aku tidak memimpikan Nabiku SAW, aku mimpi minum air.”
Tersenyumlah sang syaikh mendengar jawaban muridnya. Kemudian dengan bijaksana dia berkata, “Jika cintamu pada Nabi SAW seperti cintamu pada air sejuk itu nescaya kau akan memimpikannya.
Menangislah si murid. Dia baru sedar bahawa ternyata dalam hatinya belum cukup ada rasa cinta kepada Nabi. Dia masih lebih mencintai dunia daripada Nabi. Dia masih banyak meninggalkan sunnah baginda. Dia masih belum meneladani akhlak baginda. Dia masih lebih mencintai air..
moga kita sama2 dapat manfaat dari kisah tersebut..^_^

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...